Rentetan Perjalanan Si Lebah Sibuk

Busy Bee

1 Hari di Manggar, Ke mana Aja?

Manggar menjadi destinasi yang wajib banget kalian kunjungi saat traveling ke Pulau Belitung. Selain karena menjadi latar tempat buku dan film Laskar Pelangi, Manggar juga memiliki destinasi wisata alam dan budaya yang sangat menarik.

Satu hari berada di Manggar, bisa ke mana aja?

1. Vihara Dewi Kwan Im

vihara dewi kwan im belitung
Doc. Pribadi

Di Manggar, pembauran antara budaya Melayu dan Tionghoa nampak sangat jelas. Selama berada di negerinya laskar pelangi ini kalian akan banyak melihat Vihara atau Klenteng, tempat peribadatan orang Tionghoa.

Salah satunya Vihara Dewi Kwan Im yang berada di Jalan Raya Bandara Manggar, Burong Mandi, Kec Damar. Vihara ini merupakan vihara terbesar dan tertua di Belitung, dibangun pada tahun 1747. Kalau dihitung usianya sekarang sudah lebih dari 275 tahun.

Disebut Vihara Dewi Kwan Im karena memang merupakan tempat berdoa kepada Dewi Kwan Im. Di bagian belakang Vihara terdapat terdapat patung Dewi Kwan Im dengan tinggi 12 meter.

Butuh waktu sekitar 30 menit untuk bisa ke sini dari pusat Kota Manggar. Dan kalian bisa masuk tanpa perlu membayar tiket masuk.

Baca juga : Sepenggal Cerita Ketinggalan Pesawat di Belitung

2. Replika Sekolah Laskar Pelangi

replika SD Muhammadiyah Gantong
Doc. Pribadi

Mengunjungi tempat shooting Film Laskar Pelangi bisa kalian masukkan ke ittinerary kalian selama berada di Manggar. Bangunan sekolah sederhana yang dibuat pada tahun 2008 untuk keperluan shooting Film Laskar Pelangi ini masih berdiri dengan kokoh.

Lokasinya berada di Jalan Laskar Pelangi, Lenggang, Kec Gantung, Belitung Timur. Untuk memasuki Kawasan SD Laskar Pelangi ini, kalian hanya cukup membayar Rp. 5000 saja.

Di sini kalian bisa melihat ruangan-ruangan kelas yang sama persis dengan yang ada dalam film. Di dinding kelasnyapun terdapat foto-foto pemeran Laskar Pelangi.

Selain bisa berkeliling ke bangunan sekolah laskar Pelangi, kalian juga bisa membeli oleh-oleh khas Belitung. Di dekat loket penjualan tiket terdapat beberapa warga local yang menjual pernak-pernik dati batu satam, batu khas yang terdapat di Pulau Belitung.

Baca Juga : Nostalgia Film Laskar Pelangi Ke SD Muhammadiyah Gantong, Manggar

3. Pantai Burong Mandi

pantai burong mandi manggar
Doc. Pribadi

Manggar juga punya pantai yang indah lho! Nggak kalah indahnya dengan pantai yang berada di Tanjung Pandan. Pantai Burong Mandi misalnya, pantai yang berada di Kecamatan Damar, Belitung Timur ini memiliki keindahan alam yang sangat indah.

Lokasinya tak jauh dari Vihara Dewi Kwan Im, hanya sekitar 3 menitan berkendara. Pantai ini sudah terkenal sejak abad 17 an, ketika Belanda pertama kali masuk ke Belitung.

Pantai Burong Mandi dulunya dikenal dengan sebutan Borom Mandi atau Burum Mandi. Katanya dulu banyak sekali burung yang datang di Pantai ini. Kawanan burung itu terlihat seperti sedang mandi di tepi pantai. Oleh sebab itu masyarakat sana menamai pantai ini dengan sebutan Burong Mandi.

Pantai ini memiliki pasir yang putih, beberapa kapal nelayan nampak bersandar di tepi pantai menambah indahnya pemandangan. Kalian bisa duduk-duduk menikmati pemandangan di pinggir pantai dan memesan makanan atau minuman di beberapa kedai yang ada di sana.

Waktu aku ke sana tidak ada penarikan retribusi tiket masuk, mungkin karena masih dalam masa pandemic ya. Namun untuk saat ini mungkin ada penarikan biaya untuk masuk ke pantai.

4. Kampung Fifi

Rumah Fifi Manggar
Doc. Pribadi

Kampoeng Fifi ini dulunya bernama Kampoeng Ahok, karena merupakan tempat tinggal Basuki Tjahja Purnama yang lebih dikenal dengan Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta yang viral karena intregritas kerjanya yang tinggi. 

Karena permintaan dari Bapak Ahok sendiri yang tak ingin menjadikan Ahok sebagai panggilannya, karena kini beliau ingin dikenal dengan nama Basuki Tjahja Purnama. Akhirnya digantilah nama tempatnya menjadi Kampoeng Fifi yang merukapan nama dari adik kandungnya yaitu Fifi Lety Tjahja Purnama.

Di kampoeng Fifi kalian bisa melihat rumah panggung bergaya khas melayu dan tatanan rumah yang masih asli. Dan terdapat beberapa foto dan karikatur dari Bapak Basuki Tjahja Purnama dan keluarganya.

Itu tadi rekomendasi tempat yang bisa kalian kunjungi saat traveling ke Kota Manggar. Sudah nggak bingung lagi kan mau ke mana aja di Manggar untuk menghabiskan hari?

  


Nyobain Mie Belitung di Warung Legendaris Atep

Nggak afdol rasanya kalau tarveling tanpa nyobain kuliner khas daerahnya. Tak terkecuali ketika traveling ke Belitung. Awalnya bingung juga sih, di Belitung itu makanan khasnya apa gitu. Karena kan Belitung tuh lebih terkenal sebagai tempat ngopi gitu kan ya.

Sangking senengnya orang Belitung ngopi, sampai-sampai hampir disetiap sudut kota selalu ada warung kopi yang buka. Setelah cari tau ketemulah menu Mie Belitung.

Beruntungnya waktu itu lokasi hotel berada di pusat kota Tanjung Pandan. Jadi nggak susah untuk menemukan depot atau warung yang menjual Mie Belitung. Tak jauh dari hotel terdapat Warung Atep, warung legendaris yang menyajikan menu mie Belitung.

Baca juga : Nostalgia Film Laskar Pelangi ke SD Muhammadiyah Gantong, Manggar

Tentang Warung Atep

kuliner khas belitung
Doc. Pribadi

Warung mie atep ini berada di Jalan Sriwijaya No 27, tidak jauh dari Monumen Satan Squre Belitung.

Buka setiap hari mulai dari pukul 07.45 WIB – 20.00 WIB.

Warung legendaris milik Ibu Verawaty ini sudah berdiri sejak tahun 1973 dan masih mempetahankan resep asli mereka hingga sekarang. Berawal dari sang ibu yang mengajarinya membuat mie khas Belitung, hingga akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka warung ini.

Pemilihan nama Atep berasal dari panggilannya saat masih kecil. Karena tubuh yang besar ketika masih kecil, teman-temannya sering memanggilnya “Tep, Tep, Atep”. Dari situlah dia mendapatkan ide nama warung mie khas Belitung ini.

kuliner khas belitung
Tampilan dalam warung

Menu makanan di Warung Atep ini ada dua macam, yaitu mie Belitung dan Nasi Tim Ayam. Karena emang pingin Mie Belitungnya jadilah aku memesan seporsi Mie Belitung dan segelas Es Jeruk Kunci.

Awalnya mikir es jeruk kunci itu rasanya sama seperti es jeruk pada umumnya, ternyata rasanya beda lho! Es jeruk kunci disini tuh manis-manis seger, bikin ketagihan. Rekomended banget deh buat kalian cobain ketika di Belitung.

Harga Mie Belitung Rp. 18.000

Harga Es Jeruk kunci Rp. 6.000

Mie Belitung

Mie khas belitung

Mie Belitung merupakan olahan mie khas Belitung dengan citarasa yang sedap. Dengan bahan utama mie kuning dengan kuah bening dan isian kentang rebus, touge, mentimun, tahu dan udang. Serta di lengkapi dengan emping goreng di atasnya.

Penyajiannya pun sangat menarik, karena disajikan diatas piring yang dilapisi dengan daun simpor, daun yang biasanya digunakan oleh orang Belitung untuk membungkus makanan.

Sejarah Mie Belitung

Taukah kalian, mie Belitung ini merupakan perpaduan budaya antara 3 Negara lho! Kok bisa?

Pulau Belitung sendiri terkenal akan pertambangan timahnya. Oleh sebab itu banyak warga Tionghoa yang bermigrasi ke Belitung karena tertarik dengan kekayaan timahnya.

Di pertambangan inilah terjadi interaksi antara warga Tionghoa dengan suku lain di Belitung. Sehingga cara masak mereka terpengaruh dengan budaya Tionghoa. Salah satunya adalah memasaik mie dengan cara di tumis.

Mie sendiri berasal dari budaya Tionghoa, sedangkan irisan kentang rebus yang dicampurkan dalam mie merupakan berasal dari budaya Belanda, sedangkan rasa manis merupakan rasa yang sering kita temui dalam masakan Indonesia.

Jadi bisa dibilang Mie Belitung ini merupakan perpaduan antara budaya Tionghoa, Belanda dan Indonesia.

Nah buat kalian yang akan traveling ke Pulau Belitung, jangan lupa buat nyobain mie khas Belitung ini ya. Dijamin nggak bakal nyesel, karena rasanya enak banget.

Baca juga : Sarapan Pecel Tumpang di Dekat Stasiun Blitar


Nostalgia Film Laskar Pelangi ke SD Muhammadiyah Gantong, Manggar

sekolah sd muhammadiyah gantong
Doc. Pribadi

Bangka Belitung sudah berada dalam bucketlist travelingku sejak pertama kali membaca buku Laskar Pelangi yang ditulis oleh Andrea Hirata. Latar kisah yang mengambil tempat di Manggar, Provinsi Bangka Belitung membuatku ingin segera bertandang ke sana.

Butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya aku bisa menjejakkan kaki di Belitung pada tahun 2021 lalu. Pengalaman traveling pertama kali setelah pandemi melanda.

Kala itu paparan pandemi covid sudah mulai mereda dan Pemerintah memperbolehkan kunjungan ke beberapa tempat tertentu yang merupakan zona hijau yaitu lokasi dengan prosentase covid rendah. Dan Bangka Belitung menjadi salah satu tempat yang sudah diperbolehkan menerima kunjungan wiasata saat itu.

Manggar menjadi destinasi pertama yang aku kunjungi saat mendarat di Pulau Belitung. Tujuan utamanya tentu saja ke SD Muhammadiyah Gantong, SD tempat para anggota Laskar Pelangi menimba ilmu bersama  Bu Muslimah.

Replika SD Laskar Pelangi

wisata belitung sd laskar pelangi
Doc. Pribadi

Setelah mendarat di Bandar Udara Internasional H.A.S Hanandjoeddin di Tanjung Pandan, langsung kupacu motor sewaan menuju ke Manggar. Perjalanan dari Tanjung Pandan menuju Manggar membutuhkan waktu sekita 45 hingga 50 menit.

Tempat pertama yang aku kunjungi adalah replika SD Laskar Pelangi yang berada di Desa Lenggang, Kecamatan Gantong. Buat kalian yang pernah menonton film Laskar Pelangi pasti sangat familiar dengan SD ini.

Replika SD Laskar Pelangi merupakan tempat shooting film Laskar Pelangi garapan Riri Riza yang tayang pada tahun 2008. Film yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama ini mampu membangkitkan pariwisata Belitung kala itu. Dan karena film itu juga aku datang ke tempat ini.

Datang dan melihat langsung replika SD Laskar Pelangi ini membawaku kembali ke masa di mana Ikal, Mahar, lintang, Akiong dan teman-temannya sekolah di bangunan yang sangat sederhana ini. Merajut mimpi-mimpi dan harapan mereka tentang masa depan.

Tak luput pula kisah persahabatan 10 orang anak manusia dengan berbagai karakter dan latar belakang yang berbeda.

Kisah-kisah tentang mereka bisa kalian lihat dalam deretan foto yang dipajang di dinding kelas. Juga terdapat piala yang di pajang di dalam sebuah lemari kayu kaca, piala yang di dapat dari memenangkan lomba cerdas cermat tingkat kecamatan yang di menangkan oleh si jenius Lintang.

Dalam replika SD Laskar Pelangi ini ada 3 ruangan, namun yang bisa kalian masuki hanya 2 ruangan saja. Satu ruang kecil yang merupakanruang dan satu lagi ruang kelas yang ditata masih sama seperti ketika digunakan shooting film. Sedangkan satu kelas lagi pintunya terkunci sehingga tidak bisa dimasuki.

Di halaman sekolah terdapat lapangan upacara lengkap dengan tiang bendera danbendera merah putihnya yang berkibar diterpa angin. Juga terdapat sebuah papan dengan tulisan Replika Sekolah Laskar Pelangi.

Di belakang bangunan sekolah yang terbuat dari kayu itu terdapat halaman luas yang ditumbuhi ilalang.

Untuk masuk ke tempat ini kalian hanya butuh membayar Rp. 5000 saja. Jika kalian kesini kalian juga bisa singgah ke Rumah Keong yang terletak di sebrang bangunan SD ini.

Namun sayangnya waktu aku ke sana masih ditutup karena masih masa pandemi. Mungkin saja saat ini sudah dibuka kembali.

Buat kalian pecinta Laskar Pelangi mengunjungi tempat ini bisa bikin kalian bernostalgia dengan kelompok laskar Pelangi deh. Jadi jangan sampai ketinggalan untuk mengunjung replika SD Laskar Pelangi ini ketika berkunjung ke Manggar ya.